NurluNurlu
Panduan Sholat

Cara Sholat bagi Perempuan: Gerakan yang Berbeda dari Laki-Laki

Jawaban Singkat

Perempuan mengerjakan sholat dengan jumlah rakaat dan bacaan yang sama dengan laki-laki, namun ada perbedaan pada posisi tubuh: 1) Saat takbir mengangkat tangan sampai bahu (laki-laki: setinggi telinga), 2) Bersedekap di atas dada (laki-laki: di bawah dada di atas pusar), 3) Saat rukuk membungkuk lebih sedikit, lutut sedikit ditekuk, jari rapat, 4) Saat sujud lengan dirapatkan ke tubuh, 5) Saat duduk kedua kaki dikeluarkan ke kanan dan duduk ke lantai. Saat haid dan nifas perempuan tidak sholat (dan tidak wajib mengqadhanya).

Perbedaan Sholat Perempuan dengan Laki-Laki

Dalam Islam, perempuan dan laki-laki mengerjakan jumlah rakaat yang sama, membaca bacaan yang sama, dan sholat pada waktu yang sama. Namun berdasarkan sunah, ada beberapa perbedaan pada posisi tubuh.

Alasan utama perbedaan ini:

  1. Menjaga kehormatan (perempuan merapatkan tubuhnya sebisa mungkin)
  2. Menutup aurat (agar lekuk tubuh tidak menonjol)
  3. Sunah Nabi ﷺ

Ketentuan Umum — Perempuan dan Laki-Laki Sama

PerkaraSama?
Jumlah rakaat✅ Sama
Bacaan✅ Sama
Surat yang dibaca✅ Sama
Niat✅ Sama
Waktu✅ Sama (5 waktu + sunah)
Wudu✅ Sama
Kiblat✅ Sama

Perbedaan — Perbandingan Rinci

Catatan: Perbedaan berikut berlandaskan prinsip bahwa perempuan dianjurkan merapatkan anggota tubuhnya untuk lebih menjaga aurat. Prinsip ini disepakati secara umum, termasuk dalam mazhab Syafi'i.

1. Takbiratul Ihram (Saat Memulai Sholat)

Laki-LakiPerempuan
Mengangkat tanganSetinggi telingaSetinggi bahu
Telapak tanganMenghadap kiblatMenghadap kiblat (sama)

2. Berdiri (Kiyam)

Laki-LakiPerempuan
TanganBersedekap di bawah dada di atas pusarBersedekap lebih merapat di atas dada
KakiAda jarak sekitar 4 jariBoleh lebih rapat

3. Rukuk

Laki-LakiPerempuan
Kedalaman membungkukMembungkuk penuh, punggung rataMembungkuk lebih sedikit
Punggung dan kepalaSejajar rataPunggung sedikit membungkuk
LututDiluruskanSedikit ditekuk
JariTerbuka (menggenggam lutut)Rapat

4. Sujud

Laki-LakiPerempuan
LenganTerbuka ke samping, jauh dari perutMerapat ke perut, menempel ke tubuh
PerutTidak menyentuh pahaDekat dengan paha
KakiJari-jari tegak ke lantaiSama

5. Duduk di Antara Dua Sujud

Laki-LakiPerempuan
PosisiKaki kiri dibentangkan, kaki kanan tegak (jari ke kiblat)Kedua kaki dikeluarkan ke kanan, duduk ke lantai

6. Tasyahud Akhir

Laki-LakiPerempuan
DudukDuduk tawarruk di atas pangkal kaki kiri, kaki kanan tegakKedua kaki dikeluarkan ke kanan, duduk merapat ke lantai
JariAlamiDirapatkan

Ringkasan Visual

Posisi sholat perempuan secara ringkas:

  • ✅ Rapatkan tubuh sebisa mungkin, jaga aurat
  • ✅ Membungkuk sedikit (saat rukuk dan sujud)
  • ✅ Jari rapat (saat rukuk)
  • ✅ Lengan merapat ke tubuh (saat sujud)
  • ✅ Kaki dikeluarkan ke kanan saat duduk

Posisi sholat laki-laki:

  • Menjaga tubuh lebih terbuka (lengan ke samping, jari terbuka)
  • Membungkuk penuh (punggung rata saat rukuk)
  • Duduk di atas kaki kiri

Kondisi Haid dan Nifas

Haid

  • Durasi: Umumnya sekitar 6-7 hari (paling sedikit 1 hari 1 malam, paling lama 15 hari menurut mazhab Syafi'i)
  • Sholat: Tidak dikerjakan (tidak perlu diqadha)
  • Puasa: Tidak dikerjakan (wajib diqadha)
  • Al-Qur'an: Tidak menyentuh/membaca mushaf (menurut Syafi'i)
  • Masjid: Tidak berdiam di masjid
  • Tawaf: Tidak dilakukan
  • Hubungan suami-istri: Dilarang
  • Doa, zikir, sholawat: Sepenuhnya boleh

Nifas

  • Durasi: Paling lama 60 hari (umumnya sekitar 40 hari) menurut mazhab Syafi'i
  • Hukumnya sama seperti haid
  • Begitu darah berhenti, segera mandi wajib (mandi junub) dan mulai beribadah

Apa yang Dilakukan Setelah Haid Selesai?

  1. Pastikan darah haid benar-benar berhenti
  2. Mandi wajib (panduan mandi wajib)
  3. Jika waktu sholat sudah masuk, segera kerjakan sholat waktu itu
  4. Tidak ada qadha untuk sholat yang tertinggal selama haid
  5. Ada qadha untuk puasa yang tertinggal selama haid (di bulan Ramadan)

Sholat Jumat

Sholat Jumat tidak wajib bagi perempuan. Namun:

  • Jika mau, ia boleh menghadirinya
  • Jika hadir, sholat Jumat menggantikan sholat Zuhur
  • Jika tidak hadir, ia mengerjakan sholat Zuhur

Berjamaah di Masjid

Perempuan boleh ikut berjamaah:

  • Berdiri di saf terpisah atau saf belakang
  • Berpakaian sesuai syariat (menutup aurat)
  • Menjauh dari laki-laki yang bukan mahram
  • Rumah dipandang lebih utama (terutama jika ada bayi/anak kecil)

Nabi ﷺ bersabda: "Sholat perempuan di kamarnya lebih utama daripada sholatnya di ruang (rumah) lainnya..." (HR. Abu Dawud)

Ini bukan berarti harus di rumah; melainkan menunjukkan keutamaan sholat perempuan di rumah. Pergi ke masjid juga amal yang baik.

Kehamilan dan Melahirkan

Kehamilan

  • Sholat dikerjakan seperti biasa (jika tubuh memungkinkan)
  • Jika lelah, boleh sholat sambil duduk
  • Jika tidak mampu rukuk dan sujud sempurna, boleh dengan isyarat (menunduk dengan kepala)

Setelah Melahirkan

  • Selama masa nifas (paling lama 60 hari) tidak sholat
  • Jika darah berhenti lebih awal, segera mandi wajib dan mulai sholat

Kondisi Khusus

Bedrest saat Awal Kehamilan

Jika ada anjuran dokter untuk istirahat total dan harus berbaring, sholat boleh dikerjakan di tempat tidur dengan isyarat (kepala, mata). Niat dan membaca dalam hati sudah cukup.

Sholat Sambil Momong Bayi

Jika sedang menyusui atau bayi rewel, sholat boleh dikerjakan cepat dengan surat-surat pendek. Yang penting jangan sampai meninggalkannya.

Menggunakan Fasilitas Masjid

Saat bepergian atau bekerja, jika waktu sholat tiba di masjid, perempuan dapat menggunakan bagian yang disediakan untuk mereka.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Siklus haid saya berubah, berapa lama harus menunggu?

Menurut mazhab Syafi'i, masa haid paling sedikit 1 hari 1 malam (24 jam) dan paling lama 15 hari; umumnya sekitar 6-7 hari. Darah yang keluar kurang dari batas minimal atau melebihi 15 hari dihukumi sebagai istihadhah (darah penyakit); dalam kondisi ini tetap berwudu dan mengerjakan sholat. Untuk siklus yang terus tidak teratur, konsultasikan ke dokter.

Darah nifas berhenti sebelum 40 hari

Begitu Anda yakin darah telah berhenti, segera mandi wajib lalu mulai sholat. Genap 40 (atau 60) hari bukanlah syarat; berhentinya darah itulah syaratnya. Jika darah keluar lagi (masih dalam batas 60 hari), itu terhitung kelanjutan nifas.

Saya ragu dalam menghitung masa haid

Kaidah umum menurut mazhab Syafi'i:

  • Kurang dari 24 jam: Istihadhah (tetap sholat)
  • Lebih dari 15 hari: Istihadhah (tetap sholat)
  • Dalam rentang normal: Haid (tidak sholat)
  • Jika ragu: Jadikan kebiasaan siklus haid sebelumnya sebagai acuan

Bolehkah perempuan menjadi imam?

  • Mengimami sesama perempuan: Boleh menurut mazhab Syafi'i
  • Mengimami jamaah campuran laki-laki dan perempuan: Tidak boleh

Bagaimana sholat dengan menutup aurat (berjilbab)?

  • Wajah dan kedua telapak tangan boleh terbuka
  • Seluruh tubuh (termasuk rambut) harus tertutup
  • Lekuk tubuh tidak boleh menonjol (pakaian longgar)
  • Warna tidak masalah, namun sebaiknya tidak mencolok

Fitur untuk Perempuan di Aplikasi Nurlu

Modul khusus perempuan di aplikasi Nurlu:

  • Kalender haid (pengingat hari haid)
  • Penghitung qadha puasa (melacak yang tertinggal di Ramadan)
  • Panduan sholat bersuara (dengan penjelasan khusus perempuan)
  • Panduan ibadah saat hamil
  • Koleksi doa (khusus perempuan — untuk melahirkan, kehamilan, suami, anak)

tersedia gratis untuk Anda.

Pertanyaan Umum

Apakah perempuan dan laki-laki membaca bacaan yang sama?

Ya, perempuan dan laki-laki membaca bacaan yang persis sama dalam sholat dan mengerjakan jumlah rakaat yang sama. Perbedaannya hanya pada posisi tubuh (tangan, rukuk, sujud, dan cara duduk).

Apakah sholat dikerjakan saat haid dan nifas?

Tidak. Saat haid dan nifas, perempuan tidak sholat. Sholat yang terlewat pada masa tersebut gugur (tidak perlu diqadha). Namun puasa yang tertinggal pada masa itu wajib diqadha di kemudian hari.

Apakah perempuan wajib menghadiri sholat Jumat?

Tidak, sholat Jumat tidak wajib bagi perempuan. Namun jika mau, ia boleh menghadirinya, dan jika hadir maka sholat Jumatnya menggantikan sholat Zuhur. Jika tidak hadir, ia mengerjakan sholat Zuhur.

Bolehkah perempuan sholat berjamaah di masjid?

Boleh. Pada masa Nabi ﷺ perempuan turut berjamaah di masjid. Selama syarat yang sesuai sunah terpenuhi (menutup aurat, saf terpisah, dsb.) tidak ada halangan. Namun sholat di rumah dipandang lebih utama bagi perempuan.

Bolehkah saya membaca Al-Qur'an saat haid?

Menurut mazhab Syafi'i, menyentuh dan membaca mushaf Al-Qur'an saat haid tidak boleh (baik menyentuh maupun membaca dengan niat tilawah). Namun berzikir, berdoa, dan bersholawat sepenuhnya boleh. Mendengarkan Al-Qur'an juga boleh.

Konten Terkait

Diterbitkan: 2026-05-24 · Terakhir diperbarui: 2026-05-24

Sumber: Diyanet İşleri Başkanlığı, Ilmihal; disesuaikan dengan mazhab Syafi'i

Mazhab: Artikel ini disusun berdasarkan mazhab Hanafi.

Praktikkan dengan aplikasi Nurlu

Jadwal sholat, panduan audio dan pelacakan harian — dalam satu aplikasi.