NurluNurlu
Fasting & Ramadan

Apakah Menyikat Gigi Membatalkan Puasa?

Quick Answer

Menyikat gigi dengan sendirinya tidak membatalkan puasa. Namun jika pasta gigi atau air tertelan hingga masuk ke tenggorokan, puasa menjadi batal. Dalam mazhab Syafi'i, menggunakan siwak atau sikat gigi hukumnya makruh setelah tergelincirnya matahari (setelah waktu Zuhur/zawal). Saran agar puasa tetap aman: sikatlah gigi sebelum sahur dan setelah berbuka. Jika hendak menyikat saat berpuasa, sebaiknya tanpa pasta gigi atau menyikat secara kering. Menggunakan siwak adalah sunnah dan tidak membatalkan puasa.

Pandangan Jumhur Ulama dan Mazhab Syafi'i

Jumhur (mayoritas) ulama memberikan pandangan mengenai menyikat gigi sebagai berikut:

"Sebagaimana berkumur tanpa menelan air tidak membatalkan puasa, menyikat gigi pun tidak membatalkan puasa. Namun jika pasta gigi atau air tertelan hingga masuk tenggorokan, puasa menjadi batal. Dengan mempertimbangkan kemungkinan batalnya puasa, sebaiknya gigi disikat sebelum imsak dan setelah berbuka; dan jika hendak menyikat saat berpuasa, sebaiknya tidak menggunakan pasta gigi."

Catatan khusus mazhab Syafi'i (yang dianut mayoritas Muslim Indonesia): menggunakan siwak atau menyikat gigi hukumnya makruh setelah tergelincirnya matahari (setelah masuk waktu Zuhur/zawal). Sebelum Zuhur, bersiwak justru dianjurkan. Yang membatalkan puasa tetaplah pasta gigi atau air yang tertelan.

Kaidah Dasar

| Keadaan | Pengaruh pada Puasa | |-------|--------------| | Hanya menyikat (tanpa pasta) sebelum Zuhur | โœ… Tidak batal | | Hanya menyikat (tanpa pasta) setelah Zuhur | โš ๏ธ Makruh (mazhab Syafi'i) | | Pasta + tidak tertelan | โš ๏ธ Boleh tetapi berisiko | | Pasta + tertelan | โŒ Batal | | Air + tidak tertelan | โœ… Tidak batal | | Air + tertelan | โŒ Batal | | Siwak (sebelum Zuhur) | โœ… Tidak batal (sunnah) | | Siwak (setelah Zuhur) | โš ๏ธ Makruh (mazhab Syafi'i) | | Hanya berkumur | โœ… Tidak batal |

Cara Paling Aman

Anjuran para ulama:

1. Sebelum Sahur

Sikatlah gigi dengan pasta gigi sebelum sahur.

2. Saat Berpuasa

Gunakan siwak atau sikat kering (idealnya sebelum Zuhur). Jangan memakai pasta gigi.

3. Setelah Berbuka

Setelah berbuka, sikatlah gigi kembali dengan pasta gigi.

Dengan demikian, kesehatan mulut tetap terjaga dan puasa tetap aman.

Siwak โ€” Solusi yang Sunnah

Nabi (saw) bersabda:

"Seandainya aku tidak khawatir memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak berwudu."

โ€” Bukhari, Jumat, 8

Siwak adalah pembersih gigi alami yang dibuat dari ranting pohon Arak. Keunggulannya:

  • โœ… Tidak larut, tidak berasa
  • โœ… Antibakteri
  • โœ… Alami โ€” tanpa bahan sintetis
  • โœ… Dapat digunakan saat berpuasa (dianjurkan sebelum Zuhur)
  • โœ… Berpahala sunnah

Bagaimana Jika Pasta Gigi Tertelan?

Jika Anda menelan pasta gigi:

Tidak Sengaja (Lupa)

  • โœ… Puasa tidak batal (yang dilakukan karena lupa tidak membatalkan puasa)
  • โœ… Setelah teringat, berkumurlah lalu lanjutkan puasa

Sengaja

  • โŒ Puasa batal
  • โœ… Hanya wajib qadha (satu hari)
  • โœ… Tidak wajib kafarat

Kiat Praktis

A) Untuk Bau Mulut

Untuk mengurangi bau mulut:

  • Bersiwak (5-10 menit)
  • Berkumur air bermint (tanpa menelan)
  • Menyikat gigi kering (dengan gerakan lembut tanpa cairan)
  • Mengunyah daun teh hijau atau peterseli (saat berbuka)

B) Persiapan Sebelum Sahur

  • Pilihlah makanan ringan saat sahur (makanan berat menimbulkan bau)
  • Hindari makanan berbau seperti bawang putih dan bawang merah
  • Minum air yang cukup (agar mulut tetap lembap)

C) Setelah Berbuka

  • Berbukalah terlebih dahulu
  • Kemudian sikat gigi dengan pasta
  • Menggunakan benang gigi juga sesuai sunnah kebersihan

Hadis-hadis Terkait

Aisyah (ra): "Betapa seringnya Rasulullah menggunakan siwak..." โ€” Bukhari, Wudu, 73

"Siwak itu pembersih mulut dan penyebab keridaan Rabb." โ€” Ibn Majah, Thaharah, 7

Situasi Meragukan Lainnya

| Tindakan | Hukum | |-------|-------| | Menggunakan benang gigi | โœ… Tidak batal | | Semprotan mulut (mentol dsb.) | โŒ Batal (masuk ke perut) | | Pemeriksaan gigi | โœ… Tidak batal | | Menambal gigi | โš ๏ธ Batal jika ada darah/zat yang tertelan | | Perawatan saluran akar | โš ๏ธ Sama | | Suntik anestesi (untuk gigi) | โš ๏ธ Diperselisihkan, mayoritas menyatakan tidak batal |

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Anak saya berpuasa, haruskah saya mencegahnya menyikat gigi?

Tidak, jangan dicegah. Kesehatan gigi penting bagi anak. Ajarkan saja agar tidak menggunakan pasta gigi, atau memakai sedikit pasta + hati-hati tidak menelan. Siwak juga bisa diajarkan kepada anak.

Apakah gusi berdarah membatalkan puasa?

Jika darah keluar saat meludah lalu diludahkan, tidak membatalkan puasa. Namun jika Anda menelannya dan darahnya dominan (lebih banyak darah daripada ludah), puasa menjadi batal. Jika gusi Anda berdarah, periksakan ke dokter gigi.

Air masuk ke mulut saya saat mandi, apakah puasa saya batal?

Air yang masuk ke mulut tanpa sengaja (karena lupa) dan tidak tertelan tidak membatalkan puasa. Segera ludahkan. Membuka mulut ke arah air dengan sengaja atau berkumur terlalu dalam adalah berisiko.

Saya malu karena bau mulut saat Ramadan

Ini kekhawatiran yang umum. Nabi (saw) bersabda:

"Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada wangi kasturi." โ€” Bukhari, Saum, 9

Secara agama, bau mulut orang berpuasa dihitung sebagai pahala. Secara sosial, bisa dikurangi dengan siwak, berkumur air bermint, dan makanan ringan saat sahur.

Pengingat Perawatan Gigi di Aplikasi Nurlu

Di aplikasi Nurlu sepanjang Ramadan:

  • Pengingat menyikat gigi sebelum sahur
  • Pengingat menyikat gigi setelah berbuka
  • Kiat sunnah penggunaan siwak
  • Panduan harian hal-hal yang membatalkan puasa

disediakan gratis untuk Anda.

Published: 2026-05-24 ยท Last updated: 2026-05-24

Source: Fatwa jumhur ulama dan mazhab Syafi'i

School of thought: This article follows the Hanafi school of thought.

More Q&A in the Nurlu app

AI-powered Islamic chat for instant answers.